Rabu, 07 Januari 2009

menjadi skeptis? TIDAAAAAK!!

Sempat terlintas di kepala saya.."kok saya semakin hari semakin skeptis ya?"
Hmm..Skeptis..apa itu skeptis? yah, kurang lebih hampir sejenis dengan berpikiran negatif sepertinya, bagi seseorang yang skeptis, tidak ada yang benar di matanya, walaupun dia tidak menganggap hanya dialah yang paling benar juga sih, tetapi selalu menganggap hal lain itu tidak sempurna dan pasti ada yang lebih sempurna. Hmm, penjelasan tentang skeptis yang cukup detil tapi sedikit absurd ya sepertinya, tapi ya kurang lebih seperti itu.
Gejala-gejala menuju ke-skeptis-an dalam diri saya belakangan ini muncul. Entah ini sebuah karma atau memang saya dikodratkan untuk menjadi itu. Karena saya SELALU tidak suka melihat orang-orang yang terlalu berpikiran over-kritis, menganggap hal lain itu salah dan melecehkannya. Eh, kenapa saya belakangan ini merasa sedikit bertindak yang mengarah kesana ya???
Ini adalah hal yang sangat serius bagi saya, saya tidak mau hal berunsur "karma" ini terulang lagi dalam hidup saya. Jujur, ayah saya adalah orang yang berpikiran skeptis, salah satu contohnya, pada saat pemilihan gubernur Jawa Barat, salah satu calonnya (pada saat itu belum terpilih) sebagai wakil adalah Dede Yusuf, yang adalah seorang artis. Pada suatu hari saya dan ayah saya tercinta (walaupun dia skeptis menurut saya) menonton berita yang menampilkan si artis tersebut, dan ayah saya berkomentar seperti ini, "nanti kalo dia jadi wagub, narkoba jadi legal dong?!" nah! apa coba hubungannya??? Katanya, "kan si dede yusuf artis, nah artis kan sering pake narkoba, kalo dia jadi wagub berarti narkoba kan jadi legal!"Lantas saya, seorang yang selalu dihadapi hal seperti ini dari ayah saya sedari saya masih buntet (masih) dulu..langsung memberi argumen, malas rasanya saya tuliskan disini, hanya bikin emosi saja, yah pokoknya intinya saya mengatakan kalo itu sangat jauh kaitannya yow my sceptical poppa!!!!!
Ohya..saya belum menjelaskan kenapa saya bilang di atas bahwa saya tidak ingin karma terulang kembali. Jadi begini loh, saya dulu sangaaaat teramat sangaaaat BENCI dengan yang namanya PEROKOK, lagi-lagi korban kebencian saya adalah ayah saya, dia adalah PEROKOK dengan JAM TERBANG yang cukup TINGGI dan LAMA..sampe-sampe dulu kalau dia lagi merokok saya selalu sindir-sindir tentang betapa ruginya menjadi perokok pasif..EEEEH...saya kena karma, SAYA JADI PECINTA ROKOK, especially DUNHILL LIGHT MENTHOL..ya Allah,,saya memang anak yang durhaka!
Well, anyway, jadi saya harus bagaimana ini..Oh iya sedari tadi saya belum sempat bercerita gejala-gejala apa saja yang membuat saya berpikir bahwa saya menuju skeptis. Hmm, ambil contoh begini, di saat saya melihat sekitar dan saya berpikir bahwa ada yang tidak beres disana, lantas otak saya mengulik segalanya, sampai seringkali mengacu pada sebuah kesimpulan yang membuat saya menilai sesuatu itu buruk dan sangat tidak pantas untuk eksis di dunia ini, misalnya, nah saya menganggap bahwa saya sudah terlalu berlebihan untuk menilai hal-hal yang terjadi di sekitar saya, tidak perlu saya sebutkan disini, karena terlalu banyak! Yang pasti itu semua untungnya baru terjadi hanya dalam kepala saya, semua konversasi yang terjadi hanyalah antara saya dan gue, saya si baik hati penyabar dan tidak sombong tetapi tetap narsis dengan segala ketaurusannya, sedangkan si gue adalah diri saya yang lain yang merasa sok asik, selalu merasa ada saja yang salah setiap kali melihat sesuatu, tetapi si gue ini memiliki kesamaan dengan si saya, sama-sama narsis dengan ketaurusannya. haha..
well..well..sepertinya saya harus berperang konversasi di dalam kepala dengan si gue. Dan saya harus meyakini si gue bahwa itu bukanlah sebuah ke-skeptis-an, melainkan hanya sebuah cara berpikir yang kritis, tetapi jangan sampai menjadi over-kritis, dan menjadi kritis adalah bagus!

hmm..di tulisan ini kesannya saya sedang mencari jawaban dan bantuan hingga ingin pergi ke psikiater saja rasanya, dan ternyata saya malahan berbicara dengan diri sendiri..yang akhirnya jawabannya pun dari diri saya sendiri..dasar saya sudah gila, loh tiba-tiba saya butuh psikiater beneran sepertinya!

2 komentar:

artie rihana mengatakan...

luuucuuu nih wind, tiati jadi way too skeptisss boy. mungkin karena terlalu byk yg terjadi yg tidak menemukan jawaban jadi skeptis? kepercayaan terhadap banyak hal menurun?

redfingernails mengatakan...

hahahah..gw rasa kepercayaan gw terhadap banyak hal menurun ar..yaah..positifnya gw mungkin menjadi sedikit lebih kritis aja sih ngeliat banyak hal..and i have to proud of it..